Setajam daya nalar kaum sufi
Sekeras ingatan para pujangga
Akal ku menerawang ke batas dunia
mencari, menanti dan akhirnya tak menepi
Aku terjebak diangkasa yang kosong
apa yang kulihat; pekat
apa yang kurasa; beku
Semua diam mengusik
sepi langkah kaki tak berguna
semakin lama kusadari
angan - angan telah terbang jauh pada dasar nurani dari nyanyian kedamaian
Berpijak tanpa candamu
sepertinya dunia ini bisu
Tak ada lagi kehangatan
Pada Matahari Kunyanyikan tembang indah
yang hanya ingin kucurahkan untuk senyummu, kesetiaanmu
dan yang pasti ribuan janji tak akan keluar dari nafasmu
untuk menjagamu
mendekap wujudmu
tapi akan kucoba
wujudkan kebahagiaanmu
tawa renyahmu disini
kesunyian mendekaphati
Terletak di kecamatan Cisarua, sekitar 10 km sebelah utara kota Bandung. Curug atau juga Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 75 m, merupakan salah satu curug yang tertinggi di wilayah Bandung. Air yang jatuh dari ketinggian ini akan terlihat seperti butiran mutiara saat jatuh kebawah. Dalam jarak beberapa belas meter kita pasti masih akan terkena cipratan dari jatuhnya air.
Area ini memiliki luas sekitar 2 ha. Area ini merupakan area yang sudah dikembangkan, karena sebenarnya area Curug Cimahi yang dikelola oleh Perum Perhutani ini memiliki luas sekitar 26 ha. Hanya saja, tempat–tempat lain belum dimanfaatkan untuk area wisata. Selain curug Cimahi, terdapat sekitar 6 curug di area Curug Cimahi ini.
Di lingkungan Curug Cimahi ini kita benar–benar akan merasakan suasana yang sangat asri, selain indahnya air terjun yang bisa kita nikmati, kita juga dapat menikmati udara yang sejuk dan segar, karena area ini masih diselimuti oleh berbagai macam pepohonan hijau.
Untuk sampai ke lokasi air terjun, kita harus menuruni tangga yang curam dan juga sangat banyak, lebih dari 500 anak tangga yang harus kita turuni. Tetapi walaupun terasa melelahkan pada saat menuruni anak tangga yang banyak, rasa lelah kita akan sedikit terkurangi setelah kita sampai di area Curug. Kita bisa menikmati jatuhan air dari atas yang akan terasa seperti embun dipagi hari.Bermain–main di sungai terasa begitu mengasyikkan, terutama bila kita datang secara beramai–ramai. Tidak tahu pesona apa yang diberikan oleh Curug ini, walaupun kita terkena jatuhan air dari atas, kadang kita bukannya menghindari jatuhan air, tetapi malah mendekati, bahka bermain air disungai.
Kita tidak perlu bersusah payah untuk mencapai wana wisata Curug Cimahi, karena gerbang wisata ini terletak di pinggir jalan Cisarua yang dilewati oleh angkot. Terdapat beberapa alternatif yang bisa kita ambil bila kita menggunakan kendaraan umum, kita bisa melalui Lembang, atau dari Cimahi melalui Cihanjuang dan Parongpong
Biaya Wisata ke Curug Cimahi ;
1. Terminal Kebun Kelapa ; Kalapa - Ledeng Rp. 4000/orang
2. Ledeng - Parompong : Rp. 7500/orang
3. Parompong - Curug Cimahi Rp. 2000/Orang
4. Bea Masuk Wisata Rp. 3000/Orang
Engkau datang saat sekaratku menuju kematian
pintu surga telah memanggilku
Gerbang Neraka Telah memanggil namaku
tapi aku, aku enggan untuk pergi
karna kamu, kamulah alasanku.....
kamulah alasan untuk tetap hidup
kamulah alasan yang membuatku bangkit
dari kematian ....
sunyinya harapan.......
Kini akan kusandarkan di dalam kelopak matamu yang indah
di Dalam bibirmu yang sepertinya pasrah
untuk sejenak diam
terima cintaku apa adanya...
Bandung, 4 November 2008
Di Pinggiran kota Bandung
Di pinggir jalan Otista
ku Genggam jemari tanganmu
Tak kelu ku berucap sayang padamu
Di bawah hujan nan deras
Di bawah senyum langit yang gemuruh
ku peluk erat dirimu
ku dekap dengan senyum yang menghias
Langkahmu menundukan hati
Jadikanmu yang terbaik
Pikirku tak pernah hilang
Hanya kamu seorang
kau tanamkan jiwamu dalam hatiku
kau semangatkan asaku
kala sang petir menghiasi hujan
di jalan Otista Kota Bandung
kau hanyutkan jiwa ini dalam rindu
terpaku bisu indah sinar matamu
dalam tawa yang tak pernah ada
dalam canda sang penghibur asa
sebanyak pikirku tentangmu
tangan tak berdaya ingin memenggangmu
lengan tak sampai ingin memelukmu
inginku menjatuhkan bibir menciummu
Belum sempat kita menepi di tujuan
Saat masih lelah kumendayung kehidupan
Membawamu… ke pulau impian
Tiba ombak menerjang coba pisahkan
Walau pelan kudayung perahu kita kesana
Meski letih dan tersengat mentari kau tak bertanya
Kau percaya… denganku katamu bahagia
Lalu badai mencoba hapuskan ingin bahagia
Kita tetap ada… berdua di atas perahu cinta
Meski terkadang lelah, tak terucap berpisah
Ombak pernah membuat lemah, badai membuat goyah
Tapi kesungguhan hati menggapai mimpi kuatkan kita
Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri
